Cinta Sejati Tak perlu Selalu Diutarakan

Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra
Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. SubhanAllah.

Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah SAW. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis, lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesolehan-nya tersebut ternyata ditolak Rasulullah SAW. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima.

Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali: “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya.” Ali pun bertanya mengapa ia tetap mau menikah dengannya dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. Sambil tersenyum Fathimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu.” SubhanAllah

Berbaik Sangkalah pada Allah SWT

SEORANG KAWAN bertanya dengan nada mengeluh.

“Di mana keadilan Alloh?”, ujarnya.
“Telah lama aku memohon dan meminta pada-Nya satu hal saja.
Kuiringi semua itu dengan segala ketaatan pada-Nya.
Kujauhi segala larangannya.
Kutegakkan yang wajib.
Kutekuni yang sunnah.
Kutebarkan shodaqoh.
Aku berdiri di waktu malam.
Aku bersujud di kala dhuha.
Aku baca kalam-Nya.
Aku upayakan sepenuh kemampuan mengikut jejak Rosul-Nya.
Tapi hingga kini Alloh belum mewujudkan harapanku itu.
Sama sekali.”

Saya menatapnya iba. Lalu tertunduk sedih.

“Padahal,” lanjutnya sambil kini berkaca-kaca, “Ada teman yang aku tahu ibadahnya berantakan. Wajibnya tak utuh. Sunnahnya tak tersentuh. Akhlaknya kacau. Otaknya kotor. Bicaranya bocor. Tapi begitu dia berkata bahwa dia menginginkan sesuatu, hari berikutnya segalanya telah tersaji. Semua yang dia minta didapatkannya. Di mana keadilan Alloh?”

Rasanya saya punya banyak kata-kata untuk menghakiminya.
Saya bisa saja mengatakan, “Kamu sombong. Kamu bangga diri dengan ibadahmu. Kamu menganggap hina orang lain. Kamu tertipu oleh kebaikanmu sebagaimana Iblis telah terlena! Jangan heran kalau do’amu tidak diijabah. Kesombonganmu telah menghapus segala kebaikan. Nilai dirimu hanya anai-anai beterbangan. Mungkin kawan yang kau rendahkan jauh lebih tinggi kedudukannya di sisi Alloh karena dia merahasiakan amal sholihnya!”
Saya bisa mengucapkan itu semua. Atau banyak kalimat kebenaran lainnya.

Tapi saya sadar.
Ini ujian dalam dekapan ukhuwah.
Maka saya memilih sudut pandang lain yang saya harap lebih bermakna baginya daripada sekedar terinsyafkan tapi sekaligus terluka.
Saya khawatir, luka akan bertahan jauh lebih lama daripada kesadarannya.
Maka saya katakan padanya, “Pernahkah engkau didatangi pengamen?”

“Maksudmu?”

“Ya, pengamen,” lanjut saya seiring senyum. “Pernah?”

“Iya. Pernah.” Wajahnya serius. Matanya menatap saya lekat-lekat.

“Bayangkan jika pengamennya adalah seorang yang berpenampilan seram, bertato, bertindik, dan wajahnya garang mengerikan. Nyanyiannya lebih mirip teriakan yang memekakkan telinga. Suaranya kacau, balau, sengau, parau, sumbang, dan cemprang. Lagunya malah menyakitkan ulu hati, sama sekali tak dapat dinikmati. Apa yang akan kau lakukan?”

“Segera kuberi uang,” jawabnya, “Agar segera berhenti menyanyi dan cepat-cepat pergi.”

“Lalu bagaimana jika pengamen itu bersuara emas, mirip sempurna dengan Ebiet G. Ade atau Sam Bimbo yang kau suka, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yang kau lakukan?”

“Ku dengarkan, kunikmati hingga akhir lagu,” dia menjawab sambil memejamkan mata, mungkin membayangkan kemerduan yang dicanduinya itu. “Lalu kuminta dia menyanyikan lagu yang lain lagi. Tambah lagi. Dan lagi.”

Saya tertawa.

Dia tertawa.

“Kau mengerti kan?” tanya saya.
“Bisa saja Alloh juga berlaku begitu pada kita, para hamba-Nya. Jika ada manusia yang fasik, keji, munkar, banyak dosa, dan dibenci-Nya berdo’a memohon pada-Nya, mungkin akan Dia firmankan pada malaikat: “Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak dengan mendengar ocehannya. Aku benci menyimak suaranya. Aku risi mendengar pintanya!” 

“Tapi,” saya melanjutkan sambil memastikan dia mencerna setiap kata, “Bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang dicintai-Nya, yang giat beribadah, yang rajin bersedekah, yang menyempurnakan wajib dan menegakkan sunnah; maka mungkin saja Alloh akan berfirman pada malaikat-Nya: ‘Tunggu! Tunda dulu apa yang menjadi hajatnya. Sungguh Aku bahagia bila diminta. Dan biarlah hamba-Ku ini terus meminta, terus berdo’a, terus mengiba. Aku menyukai do’a-do’anya. Aku menyukai kata-kata dan tangis isaknya. Aku menyukai khusyu’ dan tunduknya. Aku menyukai puja dan puji yang dilantunkannya. Aku tak ingin dia menjauh dari-Ku setelah mendapat apa yang dia pinta. Aku mencintainya.”

“Oh ya?” matanya berbinar. “Betul demikiankah yang terjadi padaku?”

“Hm… Pastinya, aku tidak tahu,” jawab saya sambil tersenyum. Dia agak terkejut. Segera saya sambung sambil menepuk pundaknya, “Aku hanya ingin kau berbaik sangka.”

Dan dia tersenyum. Alhamdulillah.

Dinukil dari buku “Dalam Dekapan Ukhuwah”-nya Salim A. Fillah —

bahaya Hubungan di dunia Maya

Oleh: David Bême, Doctissimo

Sebagian orang menganggap hubungan di dunia maya sebagai wabah, sebagian lain pelampiasan fantasi. Tapi apakah hubungan tersebut menjadi ancaman bagi pasangan? Doctissimo mencoba mengupasnya.

Apa bisa dianggap berselingkuh?

Pada Kongres Tahunan British Society of Psychology, Dr Monica Whitty mepresentasikan penelitian dari 245 mahasiswa di sebuah universitas Irlandia*. Hasil penelitian menunjukkan, 51 persen responden menganggap hubungan romantis di Internet tanpa pertemuan fisik sudah tergolong perselingkuhan.

Pada saat yang sama, 84 persen menganggap pasangan akan merasa dikhianati jika mengetahui ada hubungan seperti itu. Lebih banyak perempuan menganggap bahwa hubungan di dunia maya dapat membahayakan sebuah hubungan konvensional. Di sisi lain, para peserta penelitian yang tidak melihatnya sebagai pengkhianatan, menganggap hubungan tersebut sebagai “persahabatan sederhana.”

Mereka tidak menganggapnya sebagai perselingkuhan, “karena tidak ada hubungan seksual.”

Para psikolog spesialis hubungan dunia maya menganggap bahwa hasil tersebut “menunjukkan bahwa pasangan harus menetapkan aturan untuk hubungan di dunia maya. Sebuah hubungan emosional, bahkan tanpa hubungan seksual, juga dapat merusak hubungan (…) Memang lebih mudah membenarkan hubungan di dunia maya, namun konsekuensinya, seperti hilangnya kepercayaan atau perasaan sakit hati, bisa sama merusaknya seperti perselingkuhan nyata.”

Seks, kebohongan, dan Internet

Jadi, hubungan virtual sama merugikannya dengan perselingkuhan nyata… Atau, setidaknya, itulah kesimpulan yang ditemukan Dr. Monica Whitty dari University of Belfast. Setelah skandal Lewinsky, ada Monica lain yang memberikan kita definisi baru perselingkuhan di era digital. Apakah ini fenomena yang terjadi hanya di negara berbahasa Inggris?

Tidak juga, menurut Dr Alain Héril, psikoterapis dan terapis seks, yang pengalaman klinisnya di Prancis telah memberikan bukti kerusakan yang disebabkan oleh hubungan dunia maya:

“Wanita tertentu tidak bisa menghadapi menangani masalah ini dengan baik, sehingga membuat hubungan mereka putus. Mereka tidak terima pasangan mereka mengobrol intim dengan orang asing, dan menganggap ini sama dengan perselingkuhan tradisional. Dari sudut pandang mereka, kaum pria akan lebih cemburu jika ada indikasi bahwa hubungan di dunia maya tersebut semakin intim.”

Murni fantasi atau masuk ke kehidupan nyata?

Sebanyak 800 ribu pengguna Internet di Prancis menggunakan layanan kencan dunia maya, menurut penelitian Netvalue. Di antara para pengguna, “bermesraan di dunia maya” bisa menjadi aktivitas yang semakin sering dilakukan, meski sulit menemukan statistik yang dapat terpercaya dalam hal ini.

“Hubungan semacam ini sudah ada sejak diciptakannya Minitel (sebuah layanan dunia maya untuk mengirim pesan pada zaman pra-Internet dan ditampilkan di sebuah monitor, yang dibuat pada 1982) di Prancis, tapi dengan lahirnya web, fenomena ini benar-benar menjamur. Semakin modern, bentuk komunikasi ini sekarang memiliki gambar yang lebih baik dari leluhurnya, yang beralih dari hal-hal yang hanya terlarang menjadi pornografi,” jelas Dr. Alain Héril.

Apakah mereka yang berselancar di Internet ingin mencari apa yang hilang dalam hubungan yang tidak memuaskan? Dr. Mireille Bonierbale berpikir demikian. “Dengan melarikan diri dari pasangan melalui hubungan imajiner dan tidak melalui perselingkuhan yang sebenarnya, orang tersebut berusaha untuk mencari pengganti sesuatu yang hilang dalam hubungan mereka di dunia nyata. Ironisnya, kompromi psikologis ini akan memungkinkan beberapa pria untuk menemukan semacam keseimbangan sempurna dalam hidup. Oleh karena itu, hubungan virtual menggambarkan sebuah kehidupan nyata. ”

Tapi Alain Héril tidak menyetujui hal ini, yang menurutnya harus dikurangi: “Di bawah pengaruh moral Yahudi-Kristen, tampaknya masih sulit membayangkan phantasmagoria (berbaurnya rentetan gambar, citra, figur-figur yang menipu penglihatan, hingga kita susah membedakan yang nyata dan tidak) di luar pasangan kita. Namun demikian, imajinasi tersebut bisa memuaskan hasrat. Dan dunia maya bisa menjadi pemicu yang kuat untuk pemuasan fantasi seseorang. Bahkan jika hubungannya benar-benar memuaskan, pria tetap menjadi makhluk yang suka berfantasi.”

Menerima hubungan rahasia pasangan di dunia maya

Jika melihat perubahan tertentu dalam diri pasangan Anda, apakah Anda menjadi curiga? Apa yang akan Anda lakukan sebelum kecemburuan menjadi masalah besar? “Anda harus membicarakan masalah ini, tanpa menyerang pihak lain dan menempatkan dia dalam posisi yang defensif,” ujar Dr. Mireille Bonierbale.

Dr. Monica Whitty menyarankan bahwa, sebelum mulai untuk membahas topik-topik terlarang, Anda harus menetapkan beberapa aturan, sehingga kebebasan setiap individu masih terjaga pada kedua belah pihak. “Ini adalah sebuah solusi, tapi meski sudah ada kesepakatan, tidak mengherankan jika orang masih penasaran dengan apa yang pasangannya lakukan. Anda tidak pernah mencapai keseimbangan yang sempurna,” Dr. Alain Héril menyimpulkan.

Jadi, apakah hubungan di dunia maya adalah tanda ada masalah terselubung dalam hubungan, atau itu hanya pelampiasan untuk fantasi individu? Aturan yang paling penting di sini adalah tidak menyakiti pasangan dengan melakukan permainan yang kejam dan tidak wajar, atau untuk malah jadi kecanduan.

“Dunia maya adalah sebuah pemicu untuk fantasi, yang mungkin dipilih beberapa orang sebagai sebuah kenyataan, supaya mereka dapat mewujudkan semua keinginan mereka. Dengan cara ini, imajinasi dan fantasi harus secara teratur dibandingkan dan dikontraskan dengan kenyataan agar tidak menjadi hal yang merusak,” ujar Alain Héril.

Beberapa pasangan bisa saling mendapat keuntungan dari hubungan di dunia maya ini. Dengan melakukannya bersama, kegiatan ini benar-benar dapat merangsang gairah seksual.

Pada akhirnya, ini semua bergantung pada diri masing-masing untuk membedakan antara hubungan virtual dan nyata, sehingga beberapa klik tidak berakhir dengan tamparan!

Tanda Pria Sehat

Kini, kesehatan amatlah mahal. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan merupakan kuncinya. Bagi sebagian orang, melakukan olahraga merupakan cara untuk meningkatkan kesehatan. Tak heran bagi kaum pria, semakin tinggi masa otot dianggap mewakili tingkat kebugarannya. Sayangnya, hal itu salah besar.
Jika ingin sehat, Anda juga perlu fokus pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut ini beberapa tanda-tanda yang bisa menjadi panduan yang baik untuk mengetahui bagian tubuh mana yang perlu mendapatkan perhatian ekstra.
Biasakan diri Anda dengan mengamati beberapa tanda dan secara berkala memeriksakan diri untuk memantau kemajuan kesehatan, seperti dilansir melalui menshealth, Senin (26/3).

 

10. Detak jantung saat istirahat: 70 bpm
Pemeriksaan kesehatan pertama yang harus sdilihat adalah tingkat detak jantung saat istirahat. Idealnya, laju detak jantung saat istirahat adalah 70 denyut per menit atau lebih rendah. Jika melebihi 70 denyut, mungkin menjadi tanda sudah saatnya Anda meluangkan waktu untuk latihan kardioaskular agar jantung lebih sehat.

 

9. Warna kuku merah muda
Idealnya, kuku yang sehat berwarna merah muda, permukaannya halus dan tegas. Bintik putih pada kuku menjadi tanda adanya potensi diabetes. Sementara, kuku yang berwarna kuning menunjukkan adanya penyakit pernapasan, sehingga butuh pengobatan segera.

 

8. Warna urin
Meskipun jarang diperhatikan, memeriksa warna urin setelah buang air kecil menjadi cara baik untuk mengetahui apakah Anda mengalami dehidrasi. Jika urin berwarna kuning tua, menandakan Anda kurang cairan. Perlu diperhatikan juga adanya perubahan bau atau bercak darah dalam urin. Jika iya, segera temui dokter.

 

7. Sanggup push up 20 kali
Satu standar kesehatan yang utama adalah seberapa banyak Anda sanggup melakukan push up berturut-turut tanpa istirahat. Cobalah untuk rutin melakukan push up 20 kali setiap hari. Jika Anda tak kuat melakukannya, sudah saatnya untuk memfokuskan pada latihan fisik.

 

6. Kuat berlari 2 km dalam waktu dibawah 15 menit
Untuk menguji kebugaran kardiovaskular Anda di sisi lain, cobalah untuk berlari sejauh 2 km. Jika Anda membutuhkan waktu berlari lebih dari 15 menit, maka tingkat kebugaran Anda masih di bawah rata-rata. Semakin cepat Anda berlari sejauh 2 km dengan detak jantung semakin rendah setelah berlari, maka kondisi fisik Anda sudah baik.

 

Makan sebelum Olahraga

 Makan atau tidak makan sebelum latihan? Pertanyaan ini sering ditanyakan banyak orang. Dan banyak orang berpikir bahwa olahraga dengan perut kosong akan mempercepat pembakaran lemak.
Menurut laporan terbaru yang diterbitkan tahun ini dalam fitness journal di Amerika, telah diketahui bahwa tubuh membakar jumlah lemak yang sama terlepas dari apakah Anda makan sebelum atau setelah olahraga. Jika Anda tidak makan sebelum latihan, tubuh akan kehilangan kekuatan otot karena dalam keadaan kelaparan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa tanpa makanan sebelum olahraga, intensitas olahraga dan membakar kalori total akan dikurangi. Kekuatan otot yang berkurang juga akan membuat tubuh kehilangan energi untuk membakar lemak lebih banyak.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa orang-orang yang berolahraga dengan perut lapar, sekitar 10 persen dari kalori yang dibakar berasal dari protein, termasuk otot.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa makan cemilan sebelum makan besar juga menguntungkan. Mereka yang mengonsumsi 45 gram karbohidrat sebelum olahraga, justru makan lebih sedikit di sepanjang sisa hari.
Tidak mengonsumsi makanan sebelum olahraga justru membuat tubuh kehilangan banyak energi yang dapat memicu peningkatan nafsu makan. Jadi, makanlah sekitar 30 menit sebelum olahraga. Para ahli menyarankan agar makan makanan ringan dari gandum atau milkshake sebelum olahraga.

Pisang dan Olahraga

Minuman olahraga memang membantu tubuh menjadi lebih segar dan bersemangat usai berolahraga. Sayangnya, kebanyakan mengonsumsi minuman olahraga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti kerusakan gigi.

Untuk menggantikan minuman olahraga, Anda bisa menyantap pisang. Ternyata pisang menjadi buah favorit para atlet dunia. Dalam penelitian terbaru, pisang dianggap lebih baik dari minuman olahraga dengan memberikan lebih banyak nutrisi dan memiliki gula sehat.

Penelitian yang dipimpin oleh David C. Nieman, DrPH dari Sekolah Ilmu Kesehatan di Appacalachian State University terhadap 14 orang yang bersepeda, kemudian dijadikan dua kelompok. Kelompok pertama diberi minuman olahraga mengandung karbohidrat 6 persen dan sisanya, diberi setengah porsi pisang setiap 15 menit selama dua kali 75 menit uji coba.

Peneliti juga mengambil sampel darah sebelum uji coba, tepat setelah latihan dan satu jam setelah latihan.

Hasilnya, pesepeda yang mengonsumsi pisang memiliki kadar antioksidan dan dopamin yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang meminum minuman olahraga.

Peneliti juga menyarankan agar para atlet mengonsumsi lebih banyak pisang.

Pisang memiliki kandungan ptasium yang tinggi. Potasium ini membantu mengurangi dehidrasi, kram dan kelelahan sekaligus menyediakan gula dan karbohidrat yang diperlukan usai latihan berat.

Selain itu, pisang juga memiliki tingkat antioksidan yang tingi, serta mengandung serat, kalium dan vitamin B6. Pisang juga memiliki gula sehat, seperti fruktosa dan glukosa, sedangkan minuman olahraga mengandung sukrosa. Dibandingkan minuman olahraga, pisang memiliki 10 kali lebih banyak jumlah kalium.

Pisang Mengusir Stroke

Manfaat buah pisang memang sudah tak perlu diragukan lagi. Buah tropis yang kaya akan kalium ini bisa menjadi obat sekaligus penangkal stroke.

Penelitian menunjukkan, memakan pisang sebanyak tiga kali sehari memberikan asupan kalium yang cukup untuk mengurangi kemungkinan menderita penggumpalan darah di otak hingga 21 persen.

Rata-rata pisang mengandung sekitar 500 miligram kalium, yang berarti menyumbang sepertujuh asupan kalium yang direkomendasikan. Kalium dalam pisang akan membantu menurunkan tekanan darah dan mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh.

Namun penelitian oleh peneliti dari Inggris dan Italia, orang yang mengonsumsi asupan kalium harian sekitar 1.600 miligram sudah dianggap cukup untuk menurunkan risiko stroke hingga seperlimanya.

“Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terbesar penyebab stroke. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah,” jelas juru bicara dari Stroke Association dilansir melalui Dailymail (22/6).

Selain kaya akan kalium, pisang juga mengandung seperempat kebutuhan harian vitamin B6. Pisang matang juga berguna dalam pengobatan diare dan sembelit.

Pisang juga kaya akan asam folat yang menjadinya sebagai makanan penting untuk ibu hamil dan wanita dewasa untuk segera memiliki momongan.