Bad making

PEMBAHASAN

2.1  Definisi Tempat Tidur di Rumah Sakit

Sebuah tempat tidur rumah sakit adalah bagian dari peralatan yang paling sering digunakan oleh pasien rawat inap. Tempat tidur Rumah Sakit juga ditemukan dalam jangka panjang fasilitas perawatan, serta rumah pasien. Tempat tidur rumah sakit yang ideal harus dipilih untuk dampaknya pada kenyamanan pasien, keselamatan, kondisi medis, dan kemampuan untuk mengubah posisi.

Tempat tidur rumah sakit biasanya berukurann tinggi 66 cm dan lebar 0.9 m, lebih ramping dari pada tempat tidur biasa, sehingga perawat dapat menjangkau klien dari berbagai sisi tanpa melakukan usaha yang tidak perlu dilakukan. fasilitas layanan jangka panjang untuk klien yang mampu berambulasi biasanya memiliki tempat tidur yang lebih rendah untuk memfasilitasi perpindahan klien dari dan ke tempat tidur.

Ketika memilih tempat tidur, perawat harus mempertimbangkan mobilitas pasien, kondisi medis secara keseluruhan, dan risiko. Faktor keselamatan juga harus dipertimbangkan. Kecuali pasien disertai oleh pengasuh perawatan kesehatan profesional atau lainnya, tempat tidur harus selalu ditempatkan di posisi terendah untuk mengurangi risiko cedera akibat jatuh.

Untuk mengambil tindakan pencegahan lain, terutama bagi pasien yang lemah atau tempat tidur-terikat, atau bagi mereka dengan status mental berubah, adalah untuk mengangkat rel samping. Namun, profesional perawatan kesehatan harus menyadari peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh Food and Drug Administration (FDA) tahun 1995 tentang penggunaan rel tempat tidur dipihak rumah sakit. Karena sejumlah cedera dan kematian yang terkait dengan jebakan sisi rel, FDA merekomendasikan tindakan berikut ini untuk mencegah kematian potensial dan cedera yang berhubungan dengan jebakan sisi rel:

a)      Semua frame tempat tidur rumah sakit, rel samping, dan kasur harus diperiksa secara teratur untuk mengidentifikasi daerah potensi jebakan. Jajaran dari kerangka tempat tidur, rel samping, dan kasur tidak boleh  meninggalkan kesenjangan yang cukup luas untuk menjebak kepala pasien atau bagian lain dari tubuh.

b)      Periksa rel samping untuk instalasi yang tepat.

c)      Mempertimbangkan langkah-langkah keamanan tambahan untuk pasien-pasien yang berisiko tinggi untuk terjebak. Hambatan samping rel pelindung dapat digunakan untuk menutup ruang terbuka. Jangan gunakan rel sisi sebagai pengganti untuk pembatasan perlindungan pasien.

 

2.2 Penjelasan bagian dari tempat tidur

2.2.1  Kasur atau matras

Matras biasanya dilapisi bahan yang antibocor yang tidak mudah basah dan mudah dibersihkan. Sebagian besar matras memiliki alat untuk memegang di kedua sisinya sehingga mudah untuk dipindahkan.

2.2.2     Pagar Tempat Tidur

Pagar tempat tidut atau sisi pengaman tempat tidur, digunakan di tempat tidur rumah sakit. Suatu tempat tidur dapat memiliki agar di kedua sisi tempat tidur dengan panjang penuh atau setengah atau dengan panjang seperempat. Ketika menggunakan pagar tempat tidur, perawat tidak boleh meninggalkan sisi tempat tidur saat pagar dalam keadaan turun. Beberapa pengaman sisi tempat tidur memiliki dua posisi, naik dan turun. Sedangkan yang lainnya memiliki tiga posisi, tinggi, sedang dan rendah.

2.2.3  Papan kaki atau footboot

Alat ini digunakan untuk menyangga telapak kaki klien yang tidak mobilisasi dengan sudut normal yang tepat terhadap tungkai untuk mencegah kontraktur plantar fleksi.

2.2.4  Bed cradle

Alat yang dirancang agar linen bagian atas kasur tidak kontak dengan kakai, tungkai, dan bahkan abdomen klien. Alas tempat tidur diatur sedemikian rupa pada alat dan mungkin difiksasi.

2.2.5  Tiang infus

Tiang infus biasanya terbuat dari logam, menyangga wadah infus intravena pada saat cairan diberikan kepada klien. Tiang ini biasanya berdiri bebas di lantai di samping tempat tidur atau sudah terpasang di sisi tempat tidur.

 

2.3  Definisi Tempat Tidur Terbuka dan Tertutup

Menyiapkan tempat tidur merupakan prosedur pemenuhan kebutuhan diri dan lingkungan dengan memberikan tempat tidur yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Supaya pasien mendapat kenyamanan dalam perawatan di rumah sakit.

2.3.1 Tempat tidur tertutup

Tempat tidur tertutup adalah ruangan dimana tempat tidur dibersihkan dan dirapikan setelah pasien meninggalkan ruangan. Tempat tidur yang ada, ditutup oleh kain atau plastic pelindung agar tempat tidur terhindar dari debu sampai ruangan tersebut ditempati kembali oleh pasien.  apabila pasien telah meninggalkan ruangan

2.3.2 Tempat tidur terbuka

Tempat tidur terbuka bila tempat tidur dalam keadaan terbuka atau tidak tertutup dengan sprei besar setelah terpasang sprei, perlak, selimut dan sarung bantal yang tidak ditutup secara keseluruhan oleh sprei besar (dalam kondisi terbuka). Untuk membuka tempat tidur tertutup setelah mendapat pasien, sisi kepala, kipas-tepi kipas dilipat adalah dilipat ke kaki tempat tidur. Ini mengirimkan tanda menyambut dan hangat kepada pasien bahwa staf rumah sakit dipersiapkan untuk penerimaan pasien dan pengobatan.

 

2.4   Pengaturan tempat tidur

2.4.1 Perlengkapan dalam merapikan tempat tidur

1)      Tempat tidur

2)      Bantal

3)      Laken / sprei

4)      Perlak

5)      Stick laken

6)      Boufen laken

7)      Selimut

8)      Sarung bantal

2.4.2 Langkah – langkah dalam merapikan/mempersiapkan tempat tidur pasien.

  1. Mengganti linen tempat tidur yang kosong.

Tujuan :

a)      Meningkatkan kenyamanan klien.

b)      Menciptakan lingkungan yang rapi bagi klien.

c)      Menyediakan alas tempat tidur yang halus, bebas kerutan sehingga meminimalkan penyebab iritasi pada kulit.

Pengkajian :

a)      Kaji status kesehatan klien untuk menentukan apakah klien dapat bangun dengan aman dari tempat tidur.

b)      Kaji denyut nadi dan pernapasan klien.

c)      Perhatikan semua selang dan peralatan yang tersambung pada tubuh klien

Perencanaan :

Prosedur mempersiapkan tempat tidur biasanya didelegasikan kepada staf bantu yang belum memiliki izin. Jika perlu, informasikan kepada staf bantu yang belum memiliki izin tentang metode mengumpulkan linen yang terkontaminasi drainase secara tepat.

Implementasi :

  1. jelaskan kepada klien tentang prosedur yang akan dilakukan.
  2. cuci tangan dan lakukan prosedur pengendalian infeksi yang lainnya.
  3. Jaga privasi klien.
  4. Letakkan linen bersih klien di kursi atau meja tempat tidur.
  5. Kaji dan bantu klien turun dari tempat tidur.
  6. Atur ketinggian tempat tidur pada tingkat tertentu yang dirasa nyaman oleh perawat.
  7. Buka linen tempat tidur.
    1. Periksa diatas linen apakah ada benda-benda milik klien atau peralatan lainnya.
    2. Lepaskan alas tempat tidur mulai dari kepala tempat tidur pada sisi terjauh dan bergerak mengelilingi tempat tidur kearah kepala tempat tidur pada sisi terdekat.
    3. Lipat linen yang masih dapat digunakan seperti alas penutup tempat tidur dan alas bagian atas tempat tidur, ke dalam empat bagian. Pertama lipat linen menjadi dua dengan mempertemukan bagian ujung dengan ujung dan kemudian pegang bagian tengah dan lipat kembali menjadi dua.
    4. Lepaskan pengalas antiair dan buang jika kotor.
    5. Gulung semua linen kotor kea rah dalam, pegang menjauh dan langsung letakan ke dalam keranjang linen kotor.
    6. Pegang matras secara aman, gunakan alat pengangkat jika ada dan pindahkan matras ke arah atas kepala tempat tidur.
    7. Pasang linen alas matras dan linen pelapis bagian atas.
      1. Letakkan lipatan alas tempat tidur ditengah-tengah tempat tidur. Pastikan bahwa sisi jahitan kain kearah dalam untuk mendapatkan dasar yang halus. Lebarkan kain di atas matras dan atur sehingga kain cukup untuk dilipat dibawah kasur. Bagian atas kain perlu dilipat ke bagian bawah agar alas tidak mudah bergeser. Biarkan linen yang tersisa menggantung disepanjang tepi tempat tidur dan jangan dilipat (kecuali jika linen sesuai dengan bentuk matras).
      2. Lipat ujung linen pada sisi yang terdekat dengan perawat membentuk sudut dan masukkan linen ke bawah matras, lakukan dari bagian kepala tempat tidur menuju ke bagian kaki tempat tidur.
      3. Jika perlak digunakan letakkan di atas linen alas matras yaitu pada bagian tengah tempat tidur dan bagian atas dan bagian bawah linen pelapis terbentangkan melapisi area punggung ke setengah bagian paha atau lutut. Buka setengah bagian lipatan perlak atau bagian pinggir yang terjauh dari tempat tidur dan selipkan dipinggir terdekat.
      4. Letakkan linen pelapis bagian atas di atas perlak dengan cara yang sama dengan tepi atas matras.
      5. Pilihan : sebelum bergerak ke sisi tempat tidur yang lain, letakkan linen diatas tempat tidur dengan sisi jaitan kearah atas, buka lipatan, selipkan ujung linen kedalam dan lipat membentuk sudut pada bagian sudut dasar tempat tidur.
      6. Bergerak ke sisi lain dan fiksasi bagian dasar linen.
        1. Selipkan alas dasar ke bawah matras bagian kepala, tarik kain dengan kuat, dan lipat ujung linen membentuk sudut pada sudut matras.
        2. Tarik kain yang masih tersisa dengan kuat sehingga tidak ada kerutan.
        3. Tata linen alas pelapis dengan proses yang sama.
        4. Selesaikan menata linen bagian atas, selimut, dan penutup tempat tidur.
          1. Letakkan linen bagian atas, dengan jaitan kearah atas, diatas tempat tidur sehingga bagian tengah lipatan berada ditengah-tengan tempat tidur, tepi atas linen sejajar dengan tepi atas matras.
          2. Buka lipatan linen di atas tempat tidur.
          3. Pilihan : – Buat lipatam kaki pada linen bagian bawah secara vertikal atau horizontal yang bertujuan memberikan ruang tambahan pada kaki klien.
          4. Ikuti petunjuk prosedur yang sama untuk menata selimut dan penutup selimut, tetapi alur bagian tepi atas linen sekitas 15 cm dari kepala tempat tidur untuk memungkinkan dilipat diatasnya.
          5. Satukan linen  atas, selimut, dan penutup tempat tidur, lipat berbentuk sudut pada bagian sudut tempat tidur, menggunakan ketiga lapisan linen. Biarkan bagian samping linen atas, selimut, dan penutup selimut menggantung bebas kecuali dibuat lipatan kaki.
          6. Lipat bagian atas linen atas ke atas linen penutup, sehingga tampak seperti manset. Manset pada linen mempermudah klien menariknya keatas.
          7. Bergerak ke bagian lain tempat tidur dan fiksasi bagian atas linen dengan cara yang sama
          8. Pasang sarung bantal bersih pada bantal sesuai kebutuhan.
            1. Pegang bagian tengah sarung bantal yang tertutup dengan satu tangan.
            2. Kumpulkan sisi sisi sarung bantal dan letakkan di sekitar tangan yang memegang bagian tengah sarung bantal. Kemudian pegang bagian tengah bantal pada sisi terpendek menggunakan tangan yang telah memegang sarung bantal.
            3. Dengan tangan lain yang tidak memegang bantal tarik sarung bantal menutupi bantal.
            4. Atur sarung bantal sehingga bagian sudutnya sesuai dan tamapak lurus.
            5. Tempatkan bantal secara tepat dibagian kepala tempat tidur
            6. Berikan klien rasa nyaman dan keamanan
              1. Sambungkan lampu pemanggil
              2. Segera lipat kea rah belakang linen penutup tempat tidur pada satu sisi atau lipat kebawah kea rah bagian tengah tempat tidur apabila tempat tidur akan digunakan.
              3. Atur penempatan meja samping tempat tidur dan meja diatas tempat tidur
              4. Dokumentasikan dan laporkan data-data terkait

 

  1. Prosedur mengganti linen tempat tidur yang sedang digunakan klien

Tujuan

1.  Menghemat energi klien dan menjaga status kesehatan klien saat ini

2.  Meningkatkan kenyamanan klien

3.  Memberikan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi klien

4.  Memberikan alas tempat tidur yang halus, bebas kerutan, sehingga meminimalkan iritasi kulit bagi klien

 

Pengkajian

1.  Perhatikan program atau kewaspadaan khusus sebelum menggerakkan dan memindahkan klien

2.  Perhatikan adanya rabas yang inkontinen atau berlebihan dari sumber lain yangmenunjukkan adanya kebutuhan terhadap tampon pelindung antibocor

3.  Kaji kondisi kulit dan kebutuhan terhadap matras khusus ( mis.egg crate), papan kaki, atau pelindung tumit.

 

Perencanaan :

Delegasi

Prosedur mempersiapkan tempat tidur biasanya didelegasikan kepada staf bantu yang belum izin. Informasi staf bantu yang belum memiliki izin tentang tingkat kemampuan klien untuk membantu atau bantuan orang lain yang akan diperlukan oleh staf bantu yang belum memiliki izin. Instruksi staf bantu yang belum memiliki izin bagaimana menangani balutan dan atau slang yang terpasang pada klien dan juga peralatan khusus

Peralatan

1.  Dua linen atau satu linen yang sesuai dengan ukuran matras dan satu linen kecil

2.  Linen pelapis ( pilihan)

3.  Satu selimut

4.  Satu penutup tempat tidur

5.  Perlak (opsional)

6.  Sarung bantal untuk bantal kepala

7.  Kantung plastik atau keranjang linen portabel,jika tersedia

 

 

 

Implementasi

1.  Jelaskan kepada klien tentang prosedur yang anda lakukan dan bagaimana klien dapat bekerja sama dengan anda demi kelancaran prosedur tersebut.

2.  Cicu tangan dan lakukan prosedur pengendalian infeksi lainnya yang sesuai. Gunakan sarung tangan jika linen terkotori oleh cairan tubuh.

3.  Jaga privasi klien.

4.  Lepaskan alas atau linen terluar

a. Singkirkan semua peralatan yang terpasang di linen, seperti lampu pemanggil

b. Lepaskan semua linen di bagian kaki, tempat tidur.

c. Biarkan linen atas (selimut) yang digunakan klien (selimut dapat tepat digunakan klien saat akan linen diganti dan akan memberikan klien kehangatan). Atau ganti selimut dengan selimut mandi, dengan langkah sebagai berikut:

a. Rengtangkan selimut mandi di atas slimut klien

b. Minta klien untuk menahan tepi atas selimut mandi

c. Raih slimut di bawah slimut mandi dari samping. Pegang tepi atas                 slimut dan tarik kebawah ke arah kaki tempat tidur, biarkan slimut tetap pada tempatnya.

d. Angkat linen dari tempat tidur dan letakkan linen kotor di keranjang linen kotor.

5.  Ganti linen alas dan linen lapis.

  1. Bantu klien untuk miring kesamping menjauh dari sisi linen yang bersih
  2. Naikkan pagar tempat tidur yang terdekat dengan klien. Hal ini untuk     melindungi klien dari jatuh. Jika tidak ada, mintak perawat lain untuk memegang klien untuk memegang klien di pinggir tempat tidur.
  3. Gulung lilin pelapis dan linen alas tepat di tngah-tengah tempat tidur sedekat mungkin dengan klien. Dengan melakukan hal ini memberi kesempatan bagian setengah tempat tidur bebas untuk diganti.
  4. Letakkan linen dasar yang bersih pada tempat tidur, dan secara vertikal lipat setengah bagian linen yang akan digunakan pada sisi terjauh tempat tidur sedekat mungkin dengan klien. Selipkan linen di bawah pinggir tempat tidur yang terdekat dan satukan dengan melipat bentuk sudut pada bagian sudut tempat tidur kecuali jika menggunakan linen yang sesuai dengan bentuk matras.
  5. Letakkan linen pelapis diatas tempat tidur dengan pusat lipatan berada di tengan tempat tidur. Lipat setengah bagian linen pelapis secara vertikal pada bagian tengah tempat tidur dan selipkan bagian linen yang berada di tepi tempat tidu rke bawah kasur.

1.   Bantu klien untuk berbalik kearah anda ke sisi tempat tidur yang bersih.

2.   Klien berguling melewati lipatan linen di tengah-tengah tempat tidur.

3.   Pindahkan bantal ke sisih tampat yang bersih untuk digunakan oleh klien.

4.   Naikkan pagar tempat tidursebelim meninggalkan sisi tempat tidur yang di hadapan klien.

5.   Pindah ke sisi tempat tidur yang lain dan turunkan pagar tempat tidur.

Angkat linen yang kotor dan letakkan ke keranjang portable

6.   Buka lipatan linen dasar dari tengah tempat tidur.

7.  Menghadap ke sisi tempat tidur, gunakan kedua tangan untuk menarik linen segingga permukaannya rata dan selipkan sisa linen yang tak terpakai ke bawah kasur.

8. Buka lipatan linen pelapis yang berada pada bagian tengah tempat tidur dan tarik dengan kuat menggunakan kedua tangan.

9. Tarik linen dalam tiga bagian:

a. Menghadap ke sisi tempat tidur untuk menarik bagian tengah,

b. Menghadar ke sudut bagian atas tempat tidur untuk menarik linen bagian bawah, dan

c.   Menghadap ke sudut bagian bawah tempat tidur  untuk menarik linen bagian atas.

d. Selipkan sisa linen pelapis ke sisi bawah matras

6. Kembalikan posisikan klien ke tengah tempat tidur.

a. Posisikan kembali bantal ke bagian tengah tempat tidur.

b. Bantu klien berada ke tengah tempat tidur. Tentukan posisi yang dipilih atau disenangi oleh klien dan bantu klien ke posisi tersebut

7. Berikan atau selesaikan dengan memasang penutup tempat tidur.

a. Lebarkan selimut menutupi klien dan juga meminta klien untuk memegang pinggir atas selimut atau menyelipkannya di bawah bahu. Selimut harus tetap menutupi klien ketika selimut mandi yang digunakan akan diangkat.

b. Selesaikan dengan merapikan selimut klien

8. Pastikan keamanan yang kontinu bagi klien

a. Naikkan pagar tempat tidur. Alur posisi tempat tidur dalam posisi rendah sebelum meninggalkan tempat tidur.

b.   Pasang kembali lampu pemanggil ke linen tempat tidur dan dalam jangkauan klien

c.   Letakkan benda-benda yang digunakan klien dalam jangkauan klien

9. Prosedur mempersiapkan tempat tidur klien biasanya tidak dicatat.

 

Evaluasi :

Lakukan tindak-lanjut yang sesuai, seperti menentukan tingkat kenyamanan dan keamanan klien, kepatenan semua slang drainase, dan jangkauan klien ke lampu pemanggil untuk memanggil bantuan jika diperlukan

 

2.5 Berbagai fitur keselamatan yang hadir di tempat tidur rumah sakit.

a)      Roda kunci: ini harus digunakan setiap kali tempat tidur adalah stasioner.

b)      Side rel: Mereka membantu melindungi pasien dari sengaja jatuh dari tempat tidur, serta memberikan dukungan kepada ekstremitas atas sebagai pasien keluar dari tempat tidur.

c)      Removable kepala tempat tidur: Fitur ini sangat penting selama situasi darurat, terutama selama resusitasi cardiopulmonary.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s